Alkisah di sebuah desa di lereng lembagianti pada suatu malam lahir seorang bayi dari rahim seorang perempuan miskin perempuan miskin itu hidup sendirian dan tidak ada warga yang mengetahui bahwa dia sedang hamil ketika bayi itu lahir hujan lebat serta petir sedang melanda tepat pada tengah malam sang bayi lahir bersama dengan petir yang menyambar rumah perempuan itu dan menyebabkan rumah terbakar perempuan itu mati terbakar secara ajaib sang bayi berhasil selamat ia ditemukan keesokan harinya oleh seorang pengemis tua yang di aslinya sang bayi tersebut bayi itu diberi nama Jaka Gledek untuk mengenal peristiwa petir yang menyambar rumahnya jaga geledek tumbuh sebagai bayi yang nakal dan suka mengganggu temannya tubuhnya besar membuat teman-temannya takut padanya Ia pun memiliki sebuah kelebihan yaitu kebal terhadap api oleh karena kenakalannya warga desa tidak menyukai Pak RT termasuk warga yang sangat membenci jaga geledek karena anaknya sering menjadi korban kenakalan jaka gledek teks cerita fantasi tersebut menggunakan alur...
berdasarkan teks cerita fantasi tersebut latar tempatnya adalah...
tokoh utama yang ada dalam teks cerita fantasi tersebut adalah...​

Iklan
Iklan

Jawaban:

alurnya alur maju

latar tempat disebuah desa dilereng lembagianti

tokoh utama adalah jaka gledek

  • latulami17
    terimakasih atas Jawabannya nya

Iklan
Iklan

Pertanyaan baru di B. Indonesia

Tentukan Struktur Ulasannya!OrientasiIdentifikasi Sinopsis Analisis EvaluasiJalan Telah TerbukaMasa menjelang kenaikan kelas adalah masa yang amat men … yenangkan bagi murid-murid. Ulangan umum sudah selesai, suasana di sekolah santai. Tinggal menantikan hari pembagian rapor yang menentukan kenaikan kelas. Sesudah itu, libur panjang, oh senangnya.Ada anak yang sudah merencanakan bertamasya ke luar kota ataupun ke luar negeri. Ada yang ingin menghabiskan waktu untuk mengerjakan hobi. Seperti si Mila yang ingin membuat permadani dari benang wol. Atau Guno yang ingin mengerjakan prakarya dari tripleks sepuasanya.Bagi Wardana, libur besar nanti mempunyai arti khusus. Ia akan naik ke kelas 6 SD. Libur ini akan diisinya dengan mencari uang. Pamannya, Mang Inang bekerja sebagai kuli bangunan di sebuah kantor. Kantor itu akan merenovasi ruangan di lantai 2. Wardana boleh ikut membantu. Upahnya Rp25.000 sehari dan ia diberi makan siang.War, demikian nama panggilannya, sudah membayangkan bahwa selesai liburan, ia akan mempunyai uang kira-kira Rp750.000. Ia akan membeli sebuah payung besar. Payung itu untuk disewakan pada orang-orang di pertokoan yang membutuhkannya. Ibunya juga perlu modal untuk membuat kue cucur. Sisa upah akan ia belikan buku pelajaran untuknya sendiri dan adiknya, Wirya.Nah pada hari pertama liburan, pagi-pagi sekali War sudah berangkat ke rumah pamannya. Mang Inang sedang minum kopi dan menikmati pisang goreng. Bibinya menyambut dan membuatkan teh manis."Rajin sekali kamu, War!" kata Mang Inang."Pegawai baru harus rajin, Mang!" jawab War. Semua tertawa.Kemudian Mang Inang dan War berangkat ke kantor. War diperkenalkan pada Pak Rudi, pimpinan proyek."Kecil amat. Kelas berapa si War, Mang Inang?" tanya Pak Rudi."Kelas 5, Pak!" jawab Mang Inang."Baru naik kelas 6, Pak. Walaupun kecil saya kuat dan rajin!" kata War. Pak Rudi dan Mang Inang tertawa.War pun mulai bekerja. Mang Inang dan kawan-kawannya membongkar sekat-sekat kayu sehingga ruangan lantai dua yang tadinya terdiri dari kamar-kamar menjadi ruangan luas. War membantu mengangkut kayu-kayu dan ubin-ubin bongkaran ke gudang di lantai satu."Kriiing!" pukul setengah 12 bel berdering. Waktu istirahat telah tiba. War diajak makan di sebuah warung."Kamu pesan saja satu macam lauk, satu macam sayur, dan tahu atau tempe. Jangan pesan daging sapi, daging ayam, dan ikan sekaligus. Setiap kali makan pilih salah satu!" pesan Mang Inang.War makan dengan nikmat. Setelah selesai makan, War mau ke atas untuk bekerja lagi."Istirahat saja dulu. Tunggu bel berbunyi baru masuk lagi!" kata kawan-kawannya. Tapi War mengatakan ingin melihat-lihat halaman kantor.Di halaman kantor, sebuah mobil masuk. Seorang bapak keluar dari mobil. Ia membawa sebuah tas kantor dan sebuah bungkusan plastik besar."Pak, boleh saya bantu bawakan?" tanya War dengan sopan sambil menunjuk bungkusan plastik itu."Kamu siapa?" tanya bapak itu."Saya War, keponakan Mang Inang. Saya membantu proyek bangunan di lantai dua," jawab War dengan jelas."Oh, baiklah kalau begitu!" Bapak itu menyerahkan bungkusan plastik. War membawa bungkusan tersebut, lalu mengikuti bapak itu. Mereka masuk ke sebuah ruangan."Terima kasih, ya!" kata bapak itu.War pun kembali bekerja. Sekali-kali Pak Rudi datang dan mengamati kerja mereka serta memberi petunjuk.Tak terasa 10 hari kemudian, hujan turun mendadak. War melihat banyak karyawan yang turun dari mobil atau kendaraan lain dalam kondisi kehujanan. Banyak yang tidak menyangka akan turun hujan."Pak Rudi apakah ada payung? Saya songsong bapak-bapak dan ibu-ibu yang tidak membawa payung supaya tidak kena hujan!" kata War,Pak Rudi meminjamkan payung. Para karyawan sangat senang. Ada karyawan yang berkata, "Pak Rudi, hebat juga, nih, anak buahnya!"Pak Rudi senyum gembira.Mulai hari itu banyak karyawan yang mengenal War. Kemudian beberapa dari mereka lantas ada yang membawakan baju bekas dan ada pula yang memberikan kue kepada War. War juga suka membantu mereka. Kadang-kadang karyawan yang di atas menitipkan sesuatu untuk karyawan yang bekerja di lantai 1 dan sebaliknya.Setelah bekerja 3 minggu, War dan Mang Inang dipanggil Pak Rudi."War, kamu sudah bekerja dengan baik. Sikapmu juga sopan dan suka menolong. Seminggu lagi proyek ini selesai. Bagaimana kalau kamu seterusnya membantu di sini?Mang Inang sudah memberitahu kalau sekolahmu masuk siang. Kamu bisa bekerja dari pukul 7 hingga set 12 siang. Begitu bel istirahat berbunyi, kamu boleh pulang dan bersiap-siap ke sekolah.Tugasmu mengantarkan surat dari satu bagian ke bagian lain dan pekerjaan-pekerjaan kecil lainnya, misalnya mengelap jendela, membuang sampah, dan sebagainya." Pak Rudi menjelaskan."Mau, Pak Rudi, terima kasih!" kata War. Hatinya berbunga-bunga.Sore itu, War pulang dengan amat gembira. Ia bisa membayar uang sekolahnya sendiri dan masih bisa menabung setiap bulan. Jalan sudah terbuka baginya.​
1. Sebutkan contoh kegiatan kerja sama yang dapat menjaga kebersihan lingkungan! Jawab: AAN-PERTA 2. Sebutkan contoh lingkungan yang tidak sehat! Jawa … b?​
1) Gizi buruk pada anak sampai saat ini masih menjadi masalah di Indonesia. 2) Hingga tahun 2011 ada sekitar 1 juta anak di Indonesia yang mengalami g … izi buruk. 3) Saat ini Indonesia masuk dalam lima besar kasus gizi buruk. 4) Gizi buruk akan memengaruhi banyak organ dan sistem organ yang akan merusak sistem ketahanan tubuh terhadap penyakit. 5) Gizi buruk juga dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan mental serta penurunan IQ.2. ide pokok dari paragraf terebut terdapat pada nomor....a. 1b. 2c. 3d. 4e. 5​
kembangkanlah kerangka teks negosiasi pasar menjadj teks negosiasi yg lengkp
TOLONG BANTU JAWAB DONG​