ledviledvi
terjawab • terverifikasi oleh ahli

Bacalah artikel di bawah ini cermat dan teliti. Berikan pendapat Anda mengenai kasus yang terjadi. Sengketa Lahan Terdampak Tol Belum Rampung, Pengelola Sebut Penyelesaiannya Masih Berjalan

Jalan tol memang sudah beroperasi penuh sejak bulan Agustus 2021. Kendati demikian, masih ada masalah sengketa lahan terdampak proyek jalan tol yang belum diselesaikan. Parahnya, masalah tersebut sampai membuat warga memblokade ruas jalan tol beberapa waktu lalu. Tentunya masalah ini sampai diketahui oleh pengelola jalan tol. Pihak pengelola jalan tol tidak menampik adanya permasalah terkait lahan terdampak proyek jalan tol yang belum terselesaikan. Ia bahkan berharap agar permasalahan itu bisa diselesaikan bersama para pemilik lahan secara kekeluargaan. Apalagi sudah ada sejumlah upaya yang sudah dilakukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Lahan, Badan Pertanahan Nasional, dan pemerintah kota untuk menyelesaikan masalah sengketa lahan ini. Selama beroperasinya, sudah terjadi beberapa kali penutupan badan jalan tol yang dilakukan oleh warga. Hal tersebut sangat membahayakan keselamatan pengguna tol yang melintas. Pihak pengelola jalan tol mengimbau kepada warga agar ke depannya tidak memblokade ruas jalan tol lagi. Mengingat masalah sengketa lahan mereka sudah ditangani oleh pihak-pihak terkait yang kompeten. Proses mediasi sudah dilakukan, namun belum ada kesepakatan antarpemilik lahan. Oleh karena itu, upaya penyelesaian sengketa selanjutnya dapat melalui pengadilan. Pihak pengelola jalan tol juga mengapresiasi usaha pemerintah provinsi (pemprov) hingga seluruh masyarakat. Soalnya, mereka sudah mendukung pelaksanaan pembangunan hingga pengoperasioan penuh jalan tol. Beroperasinya jalan tol tersebut secara penuh bisa meningkatkan daya saing daerah serta meningkatkan perekonomian di daerah.​

Iklan
Iklan

Berdasarekan pada bacaan artikel di atas diketahui bahwa terjadi sebuah perselisihan atau konflik antara Warga Terdampak Pembangunan tol dengan pihak Pengelola Jalan Tol. Konfilk tersebut terjadi karena saat permasalahan sengketa lahan belum diselesaikan pihak perusahaan jalan tol sudah membuka operasional usahanya. Hal tersebut tentunya bukan hal yang benar karena dengan mengesampingkan keluhan dan protes dari warga serta kondisi sengketa yang terjadi antara mereka pihak jalan tol justru melakukan usahanya. Tindakan tersebut tentu akan memicu adanya kemaran warga karena mereka akan merasa seperti suaranya tidak didengarkan. Namun, tindakan yang dilakukan oleh warga melalui penutupan pun tidak bisa dianggap benar karena kondisi tersebut dapat membahayakan pengendara yang melewati tol dan juga membahayakan keselamatan warga itu sendriai. Seharusnya pihak penyelenggara mengambil keputusan untuk tidak membuka terlebih dahulu akses jalan tol sebelum menyelesaikan sengketannya dengan warga masyarakat.  Kegiatan peneylesaian yang ditengahi oleh pihak Pejabat pembuat Komitmen (PPK) lahan, BPN dan juga pemkot. Seharusnya ketiganya dapat bersifat netral dan menjebatani diskusi dan negosiasi yang dilakukan oleh warga dengan pihak jalan tol.

Pembahasan:

  • Sengketa merupakan suatu hal yang meneybabkan adanya perbedaan pendapat atau kepentingan antar individu atau kelompok masyarakat.
  • Sengketa ini jika terus dibiarkan akan menyebabkan adanya konflik atau peselisihan.
  • Konflik agraria adalah permslahan yang sering kali terjadi dalam proses pembangunan di Indonesia. Perbedaan persepsi antara pihak yang melakukan alih fungsi lahan dengan warga menyebabkan adanya konflik.
  • Pemerintah sering kali memandang alih fungsi lahan sebagai sebuah ganti rugi material ekonomi saja. Padahal mungkin bagi warga lahan tersebut mempengaruhi aspek sosial, ekonomi atau bahkan budaya masyarakat.

Pelajari lebih lanjut

Pelajari lebih lanjut tentang pendidikan kewarganegaraan brainly.co.id/tugas/4059054

#BelajarBersamaBrainly #SPJ1

Iklan
Iklan