Iklan
Iklan

Jawaban:

Al-Kindi merupakan filosof muslim pertama yang menyusun pemikiran Filsafat Islam dengan sistematika yang jelas. Pemikiran filsafat Al-Kindi merupakan refleksi doktrin-doktrin yang diperolehnya dari sumber-sumber Yunani klasik dan warisan Neo Platonis yang dipadukan dengan keyakinan agama Islam. Al-Kindi membuka ruang pembicaraan sebagai upaya pemaduan antara doktrin filsafat dan agama. Pengetahuan tentang Tuhan oleh Al-Kindi disebut sebagai filsafat awal atau filsafat pertama; filsafat yang mewacanakan al-haqq sebagai telos yang akan mengakhiri keseluruhan kerja filsafat. Al-Kindi membagi akal berdasarkan tiap tahapan sebagai berikut; akal yang selalu aktif (merupakan inti semua akal dan semua objek pengetahuan), akal potensial (akal yang menjamin kesiapan manusia untuk memahami hal-hal yang mungkin rasional dan membutuhkan rangsangan dari luar), akal aktual (akal potensial yang telah keluar dari batas potensial ketika jiwa mulai memahami hal-hal yang rasional dan abstrak) dan akal lahir (akal yang telah serius dalam memahami hal-hal yang rasional dan mengubah sesuatu yang potensial menjadi aktual).

Penjelasan:

Filsafat, menurut Al-Kindi adalah batas mengetahui hakikat suatu sejarah batas kemampuan manusia. Tujuan filsafat dalam teori adalah mengetahui kebenaran, dan dalam praktik adalah mengamalkan kebenaran/kebajikan. Filsafat yang paling luhur dan mulia adalah filsafat pertama (Tuhan), yang merupakan sebaba (‘illah) bagi setiap kebenaran/realitas. Oleh karena itu, filosof yang paling sempurna dan mulia harus mampu mencapai pengetahuan yang mulia itu. Mengetahui ‘illah itu lebih mulia dari mengetahui akibat/ma’mul-nya, karena kita hanya mengetahui sesuatu dengan sempurna bila mengetahui ‘illah-nya.Pengetahuan tentang ‘illah pertama merupakan pengetahuan yang tersimpul mengenai semua aspek lain dari filsafat. Dia, ‘illah pertama, Tuhan, adalah paling mulia, awal dari jenis, awal dalam tertib ilmiah, dan mendahului zaman, karena dia adalah ‘illah bagi zaman.

Iklan
Iklan