Iklan
Iklan

1. sebagai ahli politik Islam. ia pun dikenal sebagai bapak ekonomi Islam, karena pemikirannya tentang teori ekonomi yang logis dan realistis jauh telah dikemukakannya sebelumnya Adam Smith (1723-1790) dan David Ricardo (1772-1823) mengemukakan teori-teori ekonominya

2. karya utama Al-Battani yang terkenal adalah Kitāb az-Zij, atau buku tabel astronomi, juga dikenal sebagai az-Zij as-Sabi '.

3. karena, Dorongan dari sang guru Isḥāq bin Rahawaih salah seorang guru Imam al-Bukhari pernah berwasiat kepadanya “Hendaklah engkau menyusun sebuah kitab yang khusus berisi sunah Rasul yang shahih.” Wasiat keinginan gurunya inilah yang mendorong dan mengilhami Imam Bukhari untuk menyusun sebuah kitab yang berbeda dari kitab-kitab 

4. Kandungan kitab al-Risalah....

Dalam Muqaddimah kitabnya ini Imam al-Syafi'i -rahimahullah- menulis muqaddimah yang sangat bernilai, yang menunjukkan manhaj dan aqidah beliau. Imam al-Syafi'i -rahimahullah berkata:

"Segenap puji hanya milik Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, serta telah menciptakan kegelapan dan cahaya. Kemudian, orang-orang yang kafir kepada Rabbnya, mereka melakukan penyimpangan (berpaling). Segala puji hanya bagi Allah, yang untuk mensyukuri salah satu nikmat-Nya tidak akan terwujud, kecuali kesyukuran itu merupakan sebuah nikmat dari-Nya. Menunaikan nikmat-nikmat-Nya yang telah lalu akan memunculkan nikmat baru yang juga menuntut rasa syukur kepada-Nya.

Orang-orang yang menyifati-Nya tidak akan mencapai hakikat Keagungan-Nya. Hakikat keagungan-Nya itu sesuai dengan yang disifatinya sendiri dan melebihi apa yang disifati oleh hamba-hamba-Nya. Aku memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan kemuliaan wajah-Nya dan keagungan-Nya. Aku memohon pertolongan kepada Allah dengan permohonan pertolongan orang yang tidak mempunyai daya dan kekuatan, kecuali dengan bantuan-Nya. Aku memohon Allah hidayah/petunjuk yang barang siapa mendapatkannya, ia tidak akan sesat. Aku memohon maghfirah dan ampunan-Nya atas apa yang telah dan akan aku perbuat dengan permohonan ampun orang yang mengakui penghambaan hanya kepada Dia. Orang yang mengetahui bahwa tidak ada yang memberi ampunan terhadap dosa dan tidak ada yang dapat menyelamatkan seseorang darinya, kecuali Dia. Aku bersaksi bahwa tidak ada IIKriteria ini, pada kemudian hari, menuai puji dan kritikan. Banyak para pemikir setelah Imam Syafi'i yang menganggap persyaratan ini terlalu ketat, sehingga ramai ulama yang takut memasuki wilayah ijtihad. Hal ini disebabkan oleh kemunduran ilmu fiqh sekitar abad ke IV H hingga akhir abad ke XIII H. Pada ketika itu terkenal dengan periode "Taqlid" dan periode "Tertutupnya pintu ijtihad". Pengaruh tersebut begitu dahsyat sampai sekarang ini.

Melalui kitab ini, Imam Syafi'i terkenal sebagai pemikir yang moderat. Tidak berpihak kepada salah satu kecenderungan besar sebuah pemikiran, entah itu ahli hadis (para pemikir muslim yang mengutamakan hadis) ataupun ahli ra'yu (para pemikir muslim yang mengutamakan akal).

Tidak aneh bila para intelektual modern sepakat bahwa Imam al-Syafi'i sangat berjasa sebagai pengasas ilmu Ushul Fiqh. al-Risalah Syafi'i, tidak hanya dianggap sebagai karya pertama yang membahas materi tersebut, sebagai model bagi ahli-ahli fikih dan para teoritisi yang datang kemudian guna mengikutinya. Pada akhirnya Imam Syafi'i menutup karyanya ini dengan bab Ikhtilaf. Bab ini menunjukkan bahwa Imam Syafii mencintai perbedaan dan menghargai pendapat orang lain. Berikut adalah tajuk-tajuk yang dibincangkan dalam kitab al-Risalah yang telah ditahqiq oleh Syaikh Ahmad Syakir; ah, kecuali Allah, Tunggal, tidak ada sekutu bagi-Nya; dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya".

Dalam kitab inilah, metode pembentukan hukum genius ala Syafi'i terkuak. la menggunakan empat dasar dalam mengistimbatkan suatu hukum iaitu, al-Qur'an, Sunnah, Ijma' dan Qiyas. Kata al-Syafi'i; "Tidak boleh bagi seseorang mengatakan suatu masalah dengan kata ini halal dan ini haram kecuali sudah memiliki pengetahuan tentang hal itu. Pengetahuan tersebut adalah al-Qur'an, Sunnah, Ijma' dan Qiyas ".

Imam al-Syafi'i dalam karya yang didiktekkan langsung kepada muridnya, al-Rabi' bin Sulaiman, telah menyamakan Ijtihad dengan Qiyas. la menyimpulkan bahawa ijtihad adalah Qiyas. Pada ketika yang lain, beliau menolak dengan tegas metode Ihtihsan, sebuah metode pemikiran yang dianggap hanya berdasarkan pemikiran bebas manusia atas dasar kepentingan dan perilaku individual. Kata al-Syafi'i; " Istihsan adalah pengambilan hukum

5. guru pertama Ibnu Katsir adalahBurhanuddin al-Fazari, seorang ulama penganut mazhab Syafi'i. Ia juga berguru kepada Ibnu Taymiyyah di Damaskus, Suriah, dan kepada Ibnu al-Qayyim. Ia mendapat arahan dari ahli hadis terkemuka di Suriah, Jamaluddin al-Mizzi, yang di kemudian hari menjadi mertuanya

semoga membamtu

______________________________________

materi : ushul fiqih sejarah islam

kelas : xi

kata kunci : kitab

tgl : 6 - 11 - 2022

__________________________________

terimakasih

Iklan
Iklan